KRIMINAL TERGIUR NARKOBA MILIARAN RUPIAH

             TERGIUR UPAH BESAR MAMA MUDA IKUT BAWA NARKOBA MILIARAN RUPIAH 


Perempuan berinisial PA dikawal ketat polisi bersenjata begitu turun dari mobil tahanan. Mama muda berusia 24 tahun ini menutup wajahnya dengan tangan ketika dibariskan bersama empat pria di depan lobi Mapolda Riau.
Tiga hari lalu, mama muda ini tertangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau di kota kelahirannya, Dumai. Dalam mobil Honda CRV yang dikendarai suaminya, SY, didapati 26 kilogram sabu dan 12.500 butir ekstasi.
"Keduanya ini pasangan suami istri, kurir sabu dan ekstasi," kata Kapolda Riau Irjen Nandang di lobi Mapolda, Jumat petang, 3 Agustus 2018.
Berdiri di belakang Nandang, PR sesekali mengusap matanya dan tak berani melihat ke depan. Mungkin saja dia menyesali apa yang sudah diperbuat, apalagi hukuman mati tengah mengancamnya.
"Nanti dikordinasikan sama kejaksaan supaya memberikan hukuman maksimal," ucap Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Hariono yang duduk di samping Nandang.


Jika saja sabu dan ekstasi asal Malaysia itu sampai ke tujuannya, Medan, PA dan suaminya akan mendapat jatah 1 kilogram sabu. Jika diuangkan, nilainya bisa lebih dari Rp 1 miliar.
Pemberi perintah kepada suami PA juga sudah diciduk pada Rabu, 1 Agustus 2018, selang beberapa jam penangkapan di Jalan Lintas Dumai-Pakning, atau tepatnya depan Pos Polisi Medang Kampai, Dumai itu. Ada dua orang, yaitu DR dan RD.
"Keduanya yang meminta SY dan PA menjemput di pelabuhan pakai mobil. Kalau barang diterima, dijanjikan 1 kilogram," kata Nandang.
Kedua pemberi perintah ini sudah lama diincar polisi setelah ada informasi ada sabu dan ekstasi masuk melalui pelabuhan tikus. Keduanya datang dari Medan dengan upah Rp 10 juta.
"Uang ini sudah habis buat ongkos sewa mobil dan membeli HP serta membiayai keluarga di Medan," kata Nandang.
DR dan RD sempat menghilang dari pantauan petugas setelah tahu penjemputan narkotika bocor. Untuk mengelabui polisi, disewalah SY dan PA sebagai kurir.
Polisi sempat mengira mobil Toyota Avanza hitam yang melintas di lokasi berisi RD dan DR. Begitu dihentikan, ternyata isinya pria lain berinisial SP.
Karena dari awal sudah ada target, mobil ini lalu diperiksa. Dari bagian tengah mobil ditemukan tas yang ternyata berisi 7 kilogram sabu dan 30.000 butir ekstasi.
"Apakah mereka satu jaringan ini masih didalami, upah SP ini baru diterima Rp 600 ribu. Tujuan sabu dan ekstasinya ke Pekanbaru," kata Nandang.

Comments

  1. wow infonya menarik bangett top deh

    ReplyDelete
  2. Infonya sangat bermanfaat, terimakasih min 😊😊

    ReplyDelete
  3. Trimakasih atas kunjungannya☺️☺️☺️

    ReplyDelete
  4. infonya sangat menarik..
    memuaskan para pembaca..
    thanks infonya min..

    ReplyDelete
  5. Informasi yang sangat bagus sekali

    ReplyDelete
  6. makasih kk buat infonya
    sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  7. Infonya bagus kak
    Sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  8. Terima karih atas informasinya.

    ReplyDelete
  9. Informasinya menambah wawasan
    Terima kasih yaa

    ReplyDelete
  10. Jika kabar seperti ini berkembang di masyarakat kecil, mungkin mereka akan mngetahui gimna kabar di luar sana yg harus mereka ketahui.
    Harapan saya kabar seperti ini dapat berkmbng.
    Terimakasih atas kabar nya.
    Kerja bagus 🙏

    ReplyDelete
  11. Informasi yang bagus
    Terimakasih

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Infonya sangat bermanfaat via nirvana 😀

    ReplyDelete
  14. waah.. beritanya bagus banget kak makasih ya

    ReplyDelete
  15. Makasih infonya ya

    Memang hal itu harus dibasmi

    ReplyDelete
  16. Terimakasih buat informasinya...

    ReplyDelete
  17. Infonya sangat bermanfaat terimakasih

    ReplyDelete
  18. Wahh, informasinya bermanfaat nih , trima kasi

    ReplyDelete
  19. makasih buat infonya
    sangat bergun buat kita
    agar mengerti agar tidak tersandung narkoba

    ReplyDelete
  20. Semonga pelaku nya di hukum seberat-berat nya

    ReplyDelete
  21. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita semua

    ReplyDelete
  22. semoga hal ini menyadarkan orang banyak ya,,

    ReplyDelete
  23. saya berharap itu tidak akan terulang kembali lagi

    ReplyDelete

Post a Comment